PK IMM ULM Banjarbaru: Rumah yang Kupeluk dengan Doa dan Kesetiaan

PK IMM ULM Banjarbaru: Rumah yang Kupeluk dengan Doa dan Kesetiaan

Belakangan ini aku sering bertanya pada diri sendiri, kenapa aku masih bertahan di PK IMM ULM Banjarbaru. Di tengah dinamika, kesibukan, dan lelah yang datang silih berganti, selalu ada satu rasa yang sulit dijelaskan. Rasa memiliki. Rasa ingin menjaga. Rasa yang membuat langkah ini tidak mudah untuk pergi.

PK IMM ULM Banjarbaru bagiku bukan sekadar komisariat dengan agenda dan struktur organisasi. Ia adalah ruang belajar yang pelan-pelan membentuk caraku melihat orang lain. Di sini aku belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus dihindari, tapi dirawat. Bahwa tidak semua hal harus dimenangkan, dan tidak semua perdebatan harus berakhir dengan siapa yang paling benar.

Ada hari-hari ketika suasana tidak baik-baik saja. Ada jarak yang tercipta, ada kata-kata yang mungkin menyakitkan, ada sikap yang tidak selalu bisa kupahami. Namun justru di titik-titik itulah aku merasa komisariat ini hidup. Karena kami bukan sekumpulan orang yang sempurna, melainkan kader-kader yang sedang sama-sama belajar dewasa.

Aku menulis ini bukan untuk menutup mata atas kekurangan, tapi justru karena aku peduli. Mencintai komisariat berarti berani bertahan, berani merangkul, dan berani saling menguatkan ketika keadaan tidak ideal. Kadang yang dibutuhkan bukan kritik panjang, melainkan satu rangkulan dan kalimat sederhana: kita jalan bareng-bareng.

PK IMM ULM Banjarbaru telah menjadi tempatku belajar memanusiakan manusia. Belajar mendengar tanpa merasa paling benar, belajar memahami tanpa harus selalu sepakat. Dan mungkin, itulah alasan terbesarku bertahan sampai hari ini.

Dalam diam, aku selalu menyelipkan doa—semoga komisariat ini tetap menjadi rumah yang hangat, tempat siapa pun bisa pulang tanpa takut dihakimi. Dengan kesetiaan yang sederhana, aku ingin tetap tinggal, menjaga, dan berjalan bersama.

Karena bagi saya, PK IMM ULM Banjarbaru bukan hanya bagian dari perjalanan organisasi.
Ia adalah bagian dari perjalanan hidup yang kupeluk dengan sepenuh hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Himpunan : Kumpulan Hati-hati Kecil Yang Harus Beriringan."

Berdiaspora, Bukan Berjarak: Menjaga Ikatan di Tengah Ruang Kampus