Berdiaspora, Bukan Berjarak: Menjaga Ikatan di Tengah Ruang Kampus
Berdiaspora, Bukan Berjarak: Menjaga Ikatan di Tengah Ruang Kampus
Menjadi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bukan berarti membatasi langkah di satu ruang gerak. Justru sebaliknya, IMM sejak awal mendorong kadernya untuk berdiaspora, hadir di berbagai lini kehidupan kampus: organisasi kemahasiswaan, lembaga pers mahasiswa, komunitas riset, unit kegiatan mahasiswa, hingga ruang-ruang advokasi dan sosial. Diaspora adalah keniscayaan, bahkan kebutuhan.
Namun, diaspora bukanlah alasan untuk berjarak. Bergerak di luar IMM boleh, melupakan IMM tidak. Di sinilah letak perbedaan antara kader yang berdiaspora dan kader yang tercerabut dari ikatannya sendiri.
Kampus adalah medan pembelajaran yang luas. Di sana kader IMM bertemu dengan ragam gagasan, kepentingan, dan dinamika. Keterlibatan kader IMM di berbagai ruang strategis seharusnya menjadi perpanjangan nilai Ikatan, bukan sekadar pencapaian personal. Identitas kader tidak berhenti pada jas almamater atau jabatan struktural, tetapi melekat pada cara berpikir, bersikap, dan berpihak.
IMM tidak menuntut kadernya untuk selalu berada di ruang internal. Tetapi IMM berharap, ke mana pun kader melangkah, nilai-nilai Ikatan tetap dibawa pulang. Ide-ide yang tumbuh di luar seharusnya dipulangkan ke IMM, bukan disimpan sendiri. Pengalaman yang diperoleh di ruang lain seharusnya memperkaya gerakan kolektif, bukan menjauhkan kader dari rumah ideologisnya.
Yang perlu disadari bersama, IMM tidak hidup dari nama besar semata, melainkan dari keterlibatan batin kader-kadernya. Ketika kader berdiaspora tanpa ikatan emosional dan ideologis, IMM perlahan kehilangan denyutnya. Sebaliknya, ketika diaspora dilakukan dengan kesadaran kolektif, IMM justru tumbuh lebih matang dan relevan.
Tulisan ini bukan larangan, melainkan himbauan kesadaran. Bahwa setinggi apa pun peran yang diemban kader di luar, IMM tetaplah titik pulang. Tempat nilai dibentuk, kesadaran diasah, dan keberpihakan diuji. Diaspora adalah jalan pengabdian, IMM adalah kompasnya.
Sebab kader yang kuat bukan mereka yang paling jauh melangkah, tetapi mereka yang tetap ingat dari mana ia berasal dan untuk apa ia bergerak.
Komentar
Posting Komentar